Apakah korupsi yang dilakukan pejabat pejabat kita 100% karena kesalahan
mereka (koruptor. Red) ??? Kalau aku pikir dan mengamati realita
lingkungan sosial di masyarakat, sebenarnya mereka tidak benar-benar
bisa disalahkan!!
Kalau anda mau jujur melihat lingkungan
sekitar anda, akan sangat banyak ditemui benih-benih korupsi yang sangat
menjamur di masyarakat dan sebenarnya masyarakat juga banyak yang
“mendukung” korupsi tetap subur.
Politik uang masih begitu kuat
berakar di masyarakat, bukan hanya pada Pilpres saja, tapi juga Pileg,
Pilgub, Pilbup bahkan pemilihan camat pun Politik Uang masih menjadi
budaya yang hakikatnya sebuah benih Korupsi tingkat mikro.
Masyarakat sering bersuara keras mengecam pelaku pejabat yang korup
dengan kata kata kasar, cemooh, hujatan dll tapi entah masyarakat
sendiri secara sadar atau tidak telah melakukan budaya korupsi yang
sangat lekat, dengan diberi uang beberapa puluh atau ratus ribu sebagai
imbalan, untuk mencoblos calon tertentu masih sangat terlihat jelas
dimasyarakat dan bahkan telah menjadi rahasia umum.
Bahkan
polisi sering dihujat habis habisan oleh kalangan aktivis dan masyarakat
jika salah satu jendralnya memiliki rekening ‘gendut’, namun masyarakat
sendiri yang selalu ‘mendukung’ polisi untuk tetap melakukan korupsi
misalkan saat operasi lalu lintas dan ada pengendara yang ditilang
karena tidak membawa SIM, biasanya pengendara yang kena tilang akan
memilih memberi “uang damai” dari pada diurus kepengadilan, dengan
alasan menghindari proses yang ribet dipengadilan, toh “Uang Damai” yang
diberikan kepolisi belum tentu dimasukkan kedalam kas Negara karena
tidak ada catatannya dan sangat mungkin mengalir ke kantong pribadi
polisi.
Tak hanya dikalangan masyarakat, golongan pelajar pun
banyak yang melakukan praktik “pendidikan korupsi” di Sekolah atau
kampus, dengan tujuan agar mendapat nilai bagus, masih ada saja siswa
sekolah ataupun mahasiswa perguruan tinggi yang melakukan praktik
MENCONTEK.
Jangan sepelekan hal-hal kecil semacam itu yang
hakikatnya adalah benih-benih korupsi. Mungkin masyarakat atau
pengendara yang melakukan “korupsi mikro” itu berdalih, jumlah uang Suap
mereka tak seberapa dan tak merugikan Negara, ya…karena mereka tak
punya Kekuasaan, coba kalau mereka diberi kekuasaan mungkin lain lagi
ceritanya, yang kecil aja mau, apa lagi dikasih yang besar :P… suatu hal
Besar pasti diawali dengan hal kecil. belum lagi dengan murid sekolah
dan mahasiswa yang sejak dini telah melakukan praktik “korupsi mikro”,
padahal mereka yang akan memimpin negeri ini dan menempati posisi
pemimpin. Dan pada dasarnya Filosofi “korupsi mikro” ini sama dengan
korupsi kerah putih yaitu menghalalkan segala cara untuk meraih tujuan.
Kita tak perlu berambisi jadi ketua KPK atau Jendral Polisi untuk
memberantas korupsi xD berantaslah korupsi dari diri sendiri, keluarga,
teman, lingkungan. Jika lingkungan dan masyarakat telah bersih dari
korupsi, maka pemerintahan pun akan bersih dari korupsi, sejatinya kan
pejabat pemerintah juga berasal dari masyarakat (sumber air yang bersih
akan menghasilkan air yang bersih pula).
Bagaimanapun jika
masyarakat tetap bersikap ikut menyuburkan dan memelihara budaya
korupsi, jangan pernah salahkan 100% tindakan korupsi yang dilakukan
oleh pejabat-pejabat Negara karena sejatinya pejabat juga dilahirkan
dari masyarakat dan koruptor tak akan pernah bisa hidup di habitat yang
bersih dari korupsi.
[isi ini jangan di Generalisasi, walau
bagaimanapun masih ada (entah banyak atau sedikit) masyarakat, polisi,
pengendara motor, siswa sekolah dan mahasiswa yang punya sifat jujur]
https://www.facebook.com/caleg.depok
Berita Populer
Tampilkan postingan dengan label Politik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Politik. Tampilkan semua postingan
Kamis, 27 Februari 2014
Langganan:
Postingan (Atom)